Kuliahnya Kak Adi Panuntun

Hello saudara saudari! Jadi Senin kemarin kita anak-anak kelas Creative and Innovation dapet kuliah asik dari bang Adi Panuntun lulusan FSRD ITB, yang bikin film cin(t)a, juga promotor video mapping di Indonesia. Secara garis besar, kuliah yang diberikan oleh Ka Adi ini isinya tentang Design Thinking. Konsep Design Thinking ini mengajak kita untuk berpikir secara analitik sekaligus kreatif. Ada beberapa quotes-quotes yang gak kalah keren dari accountnya @ihatequotes yang gw dapet di kelas ini.

“Put your empathy to your (potentital) customer
Kalo kita mau bikin sesuatu, atau ngedesain sesuatu, kita harus bener-bener mikirin nantinya, kira-kira orang yang memakai produk kita bakal kayak gimana ya responnya? Nyaman kah? Sampai kah ke objektifnya?
Contoh : Botol coca-cola didesain sedemikian rupa seperti badan cewek sehingga kalo atlet-atlet minum abis olahraga dan tangan keringetannya ga bikin itu gampang jatuh. Nah, ini, kita harus berpikir kalo kita jadi atlitnya. πŸ˜€
The main design of Coca-Cola

“Liat dari perspektif lain”
Dulu yang foundernya teh botol sosro sama aqua diketawain banyak orang karena mau jualan teh sama air dibotolin. Haha. Kalo katanya Adi Panuntun “Coba deh cari profil nya orang yang ngetawain mereka, nemu gak di google?”
Bener juga sih! πŸ˜‰

“Asumsi bakal ngebatasin kita”
Ini statement yang paling nampol gw sih. Emang bener, gw seringkali ngedapetin diri gw stuck di satu titik gara-gara asumsi. Asumsi kalo gw ga bisa, atau takut opini orang. Asumsi yang kita bikin dari dalem diri sendiri, ataupun public assumption/public statement, emang seringnya bakal ngebatasin kita untuk ngeluarin ide-ide gila yang seringkali keliatan jeniusnya gak saat itu juga.

“Utamain Exploration daripada Exploitation
Ini yang dilakuin sama Steve Jobs dengan Applenya. Ia terus menerus mengeksplor dari produk-produknya, apa yang kurang, apa yang bisa di kembangin. Dari iPod, jadi iPod touch, terus jadi iPhone, sekarang ada iPad. Beliau ini setiap abis ngeluncurin produk, selalu melihat peluang apalagi yang bisa dieksplor disana. Meskipun dengan sejalannya waktu, exploration dan exploitation ini bakal berjalan beringiringan dan alangkah baiknya kalo memiliki proporsi seimbang diantara keduanya.
Apple Product Development

DESIGN THINKING PROCESS
1. Observe : What people like? Make a quotes of it!
2. Synthesize : Write down the emotion and non-emotion root causes.
3. Brainstorm : Di proses ini, jangan pernah menjudge ide yang muncul. Tulisin aja semua.
4. Vote : Semua ide yang uda muncul, pilih berdasarkan desirable (Human Interest), viability (Economy, Business), and feasibility (Supporting Technology)
5. Prototype : Kita harus menciptakan experience dari ide tersebut makanya dibuat prototype atau uji coba.
6. Storytell : Nah, ini cara kita marketinginnya. Setiap ide pasti punya cerita dibaliknya. Atau kalo gak adapun, kita bisa membuat sesuatu yang tadinya gak ada, jadi ada. Mau liat gimana gw mencoba mengaplikasikannya? Cek disini. Gw coba bikin cerita gimana cara mengkoneksikan apel dan marker sehingga mereka punya relasi konsep yang similiar.

Di kuliah ini gw juga sempet dikasih case, ini dia case nya :

Explain about changes in the retail marketplace over the next 10 years and how we should response. Suppose 2 different classes tackle the issue :
– traditional business strategy class
– innovation & design class
Will they do differently to answer the challenge?

Menjawab case ini, jelas akan ada perubahan dalam retail marketplace untuk 10 tahun kedepan.
Untuk traditional business strategy atau strategi bisnis pada umumnya, yang udah digunakan sejak dulu, memang banyak yang sudah terbukti sukses. Mereka cenderung dengan menggunakan analisis data dan bukti-bukti yang mendukung sehingga dalam setiap pengambilan keputusan, analisis mereka menjadi dasar landasannya.

Sementara itu, jika kita menggunakan pendekatan design thinking seperti yang diajarkan di innovation & design class, dalam mengembangkan setiap produk, kita akan menitikberatkan pada human interest. Pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul dan harus dijawab akan menjadi “apa yang orang inginkan, apa yang mereka sukai?” “seperti apa kebutuhannya?”. Mereka akan mencari permasalahan-permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari dan mencoba mencari solusinya. Not always find the best solution, but also the better solution.

Menurut opini gw, kalo retail market ke depannya bisa bisa aja kok pake dua pendekatan ini. Kayaknya sih enaknya, ketika mau nge-develop suatu produk, kita mulai dengan pendekatan design thinking. Terus, setelah idenya dieksekusi melalui prototype, baru kita bisa lempar ke pasar, lihat bagaimana reaksi pasar, dan secara pasarnya emang super gede biasanya, harus secara analitik dan sistematik nyari datanya biar valid. Gimanapun juga, ngembangin sebuah bisnis itu harus seimbang antara analysis sama kreatifitas, kayak yang dibilang sama Adi Panuntun.

Kurang lebih gini deh kuliah asik tentang Design Thinking itu! Don’t forget, always try to push the boundaries because you’ll never know how high you can fly if you never try. πŸ˜‰

Advertisements

3 Comments on “Kuliahnya Kak Adi Panuntun”

  1. Laurentius Radit N. says:

    wuah jadi ingin datang ke kuliah ini juga! πŸ™‚

  2. Marcell C. says:

    Adi Panuntun memang inspiring sekali!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s