Sebuah penemuan

Menulis blog merupakan sebuah relaksasi bagi saya, lebih tepatnya sebagai sarana untuk menampung isi dari kepala yang tumpah ruah dengan berbagai macam cerita kehidupan yang saya lewati sehari-harinya. Mungkin menulis blog bukanlah hal yang baru, karena sejak SMP, puisi dan prosa pendek sudah menjadi kemasan yang selalu saya gunakan dalam kebiasaan bermain kata-kata disetiap lembaran personal blog saya. Kecintaan ini bermula dari kesenangan saya membaca sastra-sastra ringan, seperti karya-karya Dewi Dee Lestari, Romo Mangun, Djaenar Maesa Ayu, dan beberapa antalogi puisi, seperti Antalogi Puisi Bunga Matahari misalnya. Dari merekalah saya menabung banyak kosa kata baru dan belajar meraciknya agar mampu memiliki rima estetik atau sekedar merumuskan filosofi baru yang bersembunyi dibalik arti dari setiap kata itu sendiri.

Pengalaman untuk menulis blog seperti yang saya lakukan di kelas Creativity and Innovation amatlah berbeda dengan kebiasaan menulis saya. Jujur, saya tidak terbiasa untuk menulis blog tentang tulisan ilmiah ataupun menjabarkan ide dengan rentetan paragraf yang cukup panjang. Dan lagi, blog ini menuntut sebuah penilaian, sehingga meskipun kita distimulasi untuk berpikir kreatif, saya seperti merasa harus menuntut diri saya sendiri untuk menuliskan yang terbaik, yang terkreatif, tidak selepas dan sebebas ketika saya menulis di personal blog saya. Hal ini terkadang membuat saya menemukan kesulitan dalam pengemasan bahasa yang saya gunakan. Jangan heran jika Anda menemukan beberapa gaya bahasa dalam posting-posting saya sebelumnya akan berbeda-beda satu sama lain, terkadang cenderung formal, bisa semi formal, atau bahkan jauh dari formal.

Di dalam perjalanan menulis blog CI ini, saya hampir selalu berusaha menyertakan beberapa gambar atau video. Selain karena kebiasaan menulis prosa pendek cukup menghambat saya dalam menjabarkan ide saya dalam tulisan yang panjang, saya menemukan video dan gambar sebagai sarana yang mempermudah baik saya sebagai penulis, maupun pembaca untuk menangkap maksud dari ide saya tanpa harus menghabiskan waktunya untuk membaca. Melalui pendekatan ini saya juga berharap dapat memberikan kesan tersendiri bagi pembaca agar informasi yang mereka serap bisa tidak begitu saja lewat, namun bisa tetap diingat. Meskipun pada awalnya saya menemukan beberapakali kesulitan dalam mengupload video pertama saya, namun setelah mencoba beberapa cara, akhirnya saya berhasil menguploadnya via vimeo.

Dengan pengalaman ini, saya juga jadi belajar untuk menemukan sisi dari diri saya yang lain di dalam menulis. Kalau di personal blog, saya cenderung konsisten dengan gaya bahasa yang sama, yang sudah menjadi kebiasaan saya dan membuat saya nyaman, namun diblog CI ini saya menemukan sebuah kebebasan saya yang lain. Dengan mengatasnamakan kreativitas, disini saya berusaha berinovasi dengan berbagai macam gaya tulisan dan juga mengulik bagian lain dari pikiran saya.

Lewat proses berpikir kreatif ini pula saya berani untuk menulis karangan atau lebih tepatnya mengarang-ngarang berdasarkan tema yang diberikan, sementara mengarang bukanlah sesuatu yang menjadi keahlian saya. Karena personal blog saya berisi prosa-prosa pendek yang terinspirasi dari kehidupan saya sehari-hari sementara blog CI ini memberikan stimulasi lain. Saya seakan diajak untuk beranjak dari zona nyaman saya dan berpikir hal-hal yang di luar zona yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Terimakasih kepada Bapak Agus Nggermanto atau Pak Apiq dan Kak Bayu serta dosen tamu kak Adi Panuntun yang telah memberikan inspirasi dan berbagai macam teori dan praktik dari ilmu tentang proses berpikir kreatif ini. Ruang kelas menjadi terasa begitu luas melalui blog-blog yang bermunculan, tidak hanya memberi ruang untuk bertukar informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk berolah pikir bagi kami para mahasiswa yang masih harus terus belajar.

Advertisements

8 Comments on “Sebuah penemuan”

  1. Bayu says:

    Wow..This is great.. Hats off for you,Riska.
    Probably you are a better writer than me.
    Thank you for taking this course..

  2. kristiagie says:

    Riska memang jagoanku!!

  3. hammondboy says:

    asik deh ma sis! top markotop macam nasi kalong

  4. Laurentius Radit N. says:

    Penemuan itu seperti pembelajaran, yang akan selalu terus dilakukan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s