Sour Sally

Sour Sally Business Model

Jarang sekali warga kota Jakarta dan sekitarnya yang tidak akrab dengan Sour Sally. Sebagai pelopor Premium Frozen Yoghurt di Indonesia, tidak heran jika Sour Sally menjadi top of mind para customernya. Namun ternyata tidak banyak yang tahu bahwa perintis owner dari Sour Sally adalah orang Indonesia yang tidak lain adalah Donny Pramono yang berhasil membawa trend Frozen Yoghurt ke Indonesia dari Amerika.

Sour Sally Frozen Yoghurt

Sour Sally memberi warna tersendiri terhadap produk varian dessert yang ada di Indonesia. Branding dengan warna-warna pastel, image yang segar, dan icon Sally yang menarik merupakan racikan bisnis yang sempurna yang membuat mereka tepat sasaran terhadap target market mereka yaitu masyarakat urban modern. Konsistensi dari setiap service dan layout design di setiap outlet mereka membuat mereka benar-benar terlihat professional, sekaligus begitu terlihat international.

Untuk business modelnya, secara general, pendapatan mereka berasal dari penjualan mereka. Untuk menjalin relasi yang baik dengan customer mereka, mereka juga memiliki membership dan juga beberapa seasonal promotion untuk pemegang kartu kredit BCA dan HSBC misalnya seperti buy one get one free atau up size. Cost mereka kurang lebih adalah untuk partnership, management, dan biaya promosi lainnya.

Go International
Hingga saat ini, satu-satunya branch Sour Sally yang ada di luar Indonesia ada di Wisma Astria, Singapore. Dengan besarnya pasar Frozen Yoghurt di luar sana, ini merupakan peluang besar bagi Sour Sally untuk melakukan expansi pasar ke luar negeri. Terlebih, image dan bahasa yang dibawa oleh Sour Sally merupakan image global yang tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah berdiri lama jauh sebelumnya.

Issue kesehatan yang sudah menjadi issue global sekarang juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu bagi Sour Sally yang juga bisa membantu menurunkan kolesterol. Menurut saya dengan brand dan marketing strategy yang Sour Sally miliki sekarang dipadu dengan issue dan trend yang sedang berlangsung di pasar merupakan sebuah moment yang sempurna bagi PT Berjaya Sally Ceria untuk bermain di kancah International. Belum lagi ditambah dengan respon yang bagus dari para customer di Singapore.

Mungkin, kalau business model Sour Sally bisa dijadikan franchise international hasilnya bisa sekaliber seperti Auntie Anne’s, Haagen Daz, atau DQ Julius kali ya? Jadi pendapatannya pun juga bisa didapat dari persenan penjualan para franchiser-franchiser nya. Dan modal yang diperlukan juga menjadi tidak terlalu banyak. Bisa dibilang ini menjadi business yang low-cost tapi high-profit.

Anyway, mau tau lebih banyak tentang Sour Sally? Silahkan berkunjung ke website dengan layout lucu, interaktif, dan khas Sour Sally banget di http://www.hellosoursally.com/ dan http://www.mysoursally.com/

Advertisements

8 Comments on “Sour Sally”

  1. kristiagie says:

    Wow ternyata sour sally itu dari Indonesia?
    Benar benar pengetahuan baru lo buat aku..
    Trimakasiih Riskaaa..
    :*

  2. saya suka sour sally, penuh warna-warni di industri indonesia! 😀
    konsepnya juga oke loh.
    tapi itu bukan franchise ya?

    • setau saya sekarang masih branch mas jatuhnya. kayak buka cabang tapi ownernya satu. kalo franchaise kan ownernya enak, gak usah pusing2 lagi. hehe. makasih mas sudah bertandang ke blog saya.

  3. hammondboy says:

    sangat informatif ya.. boleh2 bgt sis hahaha

  4. Marcell C. says:

    Sour Sally memang bisa dijadikan salah satu contoh bisnis model yang baik di Indonesia. Bisa diterima dengan baik di pasar lokal meskipun image dan kualitasnya international dan produknya sendiripun cenderung baru di pasar Indonesia.

  5. Laurentius Radit N. says:

    Sour Sally bisa jadi contoh yang baik untuk para mahasiswa yang belajar ke luar negeri. Karena ide ini pun diambil oleh Donny dari pengalamannya selama mengayam pendidikan di Amerika. Alangkah bagusnya Indonesia jika memiliki anak bangsa yang lainnya seperti Donny ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s